makalah tentang gizi buruk

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
               Setiap orang utuk hidup dan meningkatkan kualitas hidup memerlukan zat gizi dalam jumlah yang cukup pemberian gizi senaiknya harus memperhatikan kemampuan tubuh seseorang untuk mencerna makanan, umur, jenis kelamin, jenis aktivitas dan  kondisi tertentu seperti sakit, hamil dan menyusui. Gizi merupakan suatu proses organisme merupakan makanana yang di konsumsi secara normal melalui proses pencernaan, penyerapan, transportasi, pemyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat gizi untuk di konsumsi individu dalam satu hari yang beraneka ragam dan mengandung zat tenaga, pembangun pengatur yang sesuai dengan kebutuhan (Heryati, 2005:34)
Data yang di peroleh peneliti tentang gizi buruk adalah sebagai berikut: menurut data dari UNICEF 2008  menunjukan penderita gizi buruk pada anak balita meningkat jumlahnya. Dari 1,8 juta jiwa pada tahun 2009 mencapai 2,3 juta jiwa data tahun 2008. Dari data gizi buruk di Indonesia tahun 2009 mencapai 13 juta jiwa. Di Jawa Timur angka gizi buruk tahun 2011 5.903 jiwa. Tingkat Kabupaten Jombang tahun 2007 balita yang mengalami gizi buruk sekitar 1.617  balita .dari Dusun Balong Biru  2012 terdapat 6 balita yang mengalami gizi buruk. Melalui wawancara pada saat studi pendahuluan 10 Januari 2012 di Dusun Balong Biru, Desa Balong Besuk, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, dari 10 ibu 7 diantara mereka kurang mengerti tentang gizi seimbang pada balitanya.
Sikap seseorang sangat dipengaruhi oleh pengetahuan. Faktor lain yang mempengaruhi rendahnya tingkat pengetahuan tentang gizi seimbang diantanya adalah status ekonomi, pekerjaan dan pendidikan sehingga dapat berkembang pada status gizi balita dimana ditunjukkan adanya hubungan antara kemiskinan dengan proporsi anak yang gizi kurang dan gizi buruk berbanding terbalik dengan pendapatan. Kurang gizi menjadi penyebab kemiskinan melalui rendahnya pendidikan dan produktifitas (Irawandi, 2008). Selain itu apabila konsumsi makanan sehari-hari kurang beraneka ragam, maka akan timbul ketidakseimbangan ini maka akan menyebabkan: Gizi lebih, Gizi kurang, Gizi buruk, Anemia, Gizi Besi (AGB), Kekurangan Vitamin A, Gangguan akibat kekurangan Yodium (GAKY). Dengan mengkonsumsi makanan sehari-hari yang beraneka ragam kekurangan zat gizi pada jenis makanan yang satu akan di lengkapi oleh keunggulan susunan zat gizi jenis makanan lain, sehingga diperoleh masukan zat gizi yang seimbang (Heryati dkk .2005.46-47).
Untuk mencapai derjat kesehatan setinggi-tingginya maka diperlukan pengetahuan tentang kesehatan yang baik dan tepat. Merubah perilaku seseorang untuk berperilaku sehat tidak mudah dengan menggalangkan pola pendekatan pendampingan ibu pada pemberian makanan. Memberi pengetahuan kepada ibu tentang gizi seimbang pada kader posyandu tentang materi seimbang yang di lakukan rutin setiap bulan.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut bahwa banyak ibu yang balitanya mengalami penurunan barat badan dan banyak ibu yang pengetahuannya kurang. Maka peneliti menganggap perlu melakukan lebih lanjut mengenai pengetahuan ibu tentang gizi seimbang pada gizi balita di Dusun Balong Biru, Desa Balong Besuk, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang
1.2         Rumusan Masalah
              Berdasarkan latar belakang diatas maka perumusan masalah adalah  Bagaimana pengetahuan ibu tentang gizi seimbang pada balita di  Dusun Balong Biru, Desa Balong Besuk, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang?.
1.3    Tujuan Penelitian
               Mengetahui pengetahuan ibu tentang gizi seimbang pada balita di  Dusun Balong Biru, Desa Balong Besuk, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.
1.4    Manfaat Penelitian
1.4.1 Manfaat Teoritis
Bagi peneliti menjadi masukan bagi peneliti untuk penelitian lebih lanjut mengenai pengetahuan ibu tentang gizi seimbang pada balita, serta menambah wawasan dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan peneliti mengenai gizi seimbang pada balita.



1.4.2        Manfaat Praktis
1. Bagi Institusi Pendidikan
                  Menjadi masukan bagi institusi pendidikan sebagai bahan tambahan dalam memberikan pengembangan ilmu pengetahuan terutama dalam mempelajari gizi seimbang balita.
2. Bagi Perawat
                  Dapat memberikan penyuluhan tentang pentingnya gizi seimbang pada balita.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
                  Peneliti selanjutnya dapat meneliti factor lain yang berhubungan dengan gizi seimbang.

0 komentar:

Poskan Komentar

Total Tayangan Laman

Translator

Donasi

Sekilas Info

Loading...

Chat Room

NeoBlog © 2012